Proses Pembuatan Aspal di Jasa Pengaspalan Bekasi

Jasa Aspal Bekasi

Tidak dapat dipungkiri, aspal jalanan sudah menjadi kebutuhan pokok manusia. Di kota besar seperti Bekasi, sejauh mata memandang, hampir pasti akan terlihat jalanan aspal. Entah di jalan besar maupun di gang-gang kecil. Beberapa jasa pengaspalan bekasi selalu mengerjakan ini setiap harinya.

Namun, dibalik itu, terdapat proses yang tidak mudah dan singkat untuk mendapatkan jalan aspal yang baik. Selain itu, diperlukan pula bahan material yang berkualitas.

Pentingnya Aspal di Jasa Pengaspalan Bekasi

Sebenarnya ada 2 jenis jalan, yaitu beton dan aspal. Tetapi aspal lebih populer karena memiliki beberapa keunggulan, antara lain:

–       Jalan yang lebih halus, mulus, dan tidak bergelombang.

–       Membuat pengendara lebih nyaman dalam berkendara karena pengaruh psikologi warna hitam pada aspal.

–       Konstruksi yang lebih murah dibandingkan beton.

–       Perawatan yang lebih mudah, yaitu hanya tinggal mengganti atau menambal aspal yang rusak.

Setelah mengetahui pentingnya jasa pengaspalan bekasi pada jalan, berikut adalah proses untuk membuat jalanan aspal, yaitu:

1.    Mempersiapkan bahan baku

Untuk lapisan terluar perlu disiapkan bahan baku batu pecah atau yang sering disebut agregat. Bahan baku ini diperoleh dari batuan yang ada di sungai di Aceh. dalam jasa kontraktor bekasi menurut standar Standard Nasional Indonesia (SNI) tentang penggunaan agregat yang diproduksi adalah agregat dengan ukuran 1, 1/2, ¾  inch, dan abu batu pada.

2.    Bahan Baku Aspal

Aspal inilah yang paling penting, perannya adalah untuk mengikat agregat dan katalis agar agregat bersatu padu secara kuat dan tahan terhadap segala macam cuaca.

3.    Filler

Bahan ini berguna untuk mencampur aspal dan agregat agar pori-pori pada permukaan aspal tertutup.

4.    Bin Dingin

Pada proses ini jasa aspal bekasi menyimpan materi agregat masar dan halus untuk campuran aspal panas.

5.    Proses Pengeringan Agregat

Proses ini dilakukan di unit dryer. Setelah proses penampungan pada cool bin  selanjutnya bahan diangkut menuju dryer dengan menggunakan belkonveyor untuk dikeringkan dengan unit dryer tujuannya untuk menghilangkan kadar air, kadar air  harus seminim mungkin karena kalau tidak akan berpengaruh pada pencampuran aspal nantinya.

6.    Pengumpul Debu

Alat ini berfungsi mengontrol polusi udara di lokasi aspal mixing. Gas buang yang keluar dari sistem pengering ditambah dengan dorongan kipas pengeluar (exhaust fan) akan dialirkan ke pengumpul debu.

7.    Proses Pemisahan Agregat pada Hot Screen

8.    Bin Panas

9.    Proses Penimbangan

Demikian bahan dan langkah yang dilakukan oleh kontraktor aspal jalan dalam proses produksi aspal. Semoga bermanfaat.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *